Selasa, 22 Mei 2012

Pancaran Sang Puteri

Getar cinta
Mungkin ini masih terlalu pagi
Karna di sekolah favorit ini
Masih terlalu sepi dan sunyi

Tapi
Mata ini dimanjakan langkah gemulai
Dari seorang wanita tepat dihadapku
Sungguh luar biasa ditengah dingin angin pagi
Ku dapat rasakan lagi getaran dalam jiwa seperti saat bersama puteri dongengku ataupun saat masih dengan kekasihku

Cintai pancaran
Sejak itulah SMA adalah tempat teramat indah dalam bayangku
Berusaha tetap dahului dia tuk sampai disekolahku
Ya, sudah sebih dari dua tahun tanpa rasa cinta
Akhirnya aku kembali merasakannya
Walau ku tau ini sangat berbeda

Aku mencinta bukan ingin memilikinya
Aku mencinta pancaran senyum manjanya
Suara lembutnya
Karna semuanya mirip dengan puteri dongengku yang aku cinta

Lebih indah
Hari-hariku lebih indah
Jauh lebih indah dari mawar merah yan merekah
Pikirku melayang mencari puteri dongengku
Jiwaku telusuri ruang waktu tuk temukan senyum puteri dongengku
Hati ini tak henti lantunkan do’a agar kaupun tetap mengingatku

Jika menatapnya, statistika tak berarti apa-apa
Lihat senyum manjanya, teori Revolusi mungkin terjadi padanya

Harapku (puteri dongeng)
Rasa senangku tentu tak sama
Jika aku bisa melihat puteri dongengku yang ku cinta

Ingin rasanya ku ajak ia bernyanyi sama seperti ku ajakmu begitu
Menari dan sesekali kita berlari
Saat lelah ingin rasanya sandarkan kepalaku di pundakmu seperti dulu

Entahlah kapan harapku tentangmu kan dikabulNya
Mungkin esok, pasti aku kan sangat bahagia
Minggu depan pun tak mengapa
Tahun depan ku kan siap menunggunya

Cantik tersenyumlah
Baru kali ini, setelah sebulan lebih ku mengenalmu
Baru kali ini aku lihat kau menangis di pundak sahabatmu
Ingin rasanya gantikan sahabutmu
Pinjamkan pundaku tuk tempat kau bersandar dan berbagi sedihmu itu

Cantik tersenymlah segera
Semoga lekas kau temukan penggantinya
Karna hanya dengan senyumu itu
Aku tek pernah merasa sendiri
Karna jika kau tersenyum, saat itulah ku dapat lihat pancaran puteri dongengku dari matamu

Kumohon
Hari ini kau masih belum tersenyum manja lagi
Tapi setidanya tiada air mata yang hiasi pipi

Cepatlah bangkit dan kembali berlari
Tunjukan padanya kau kan lebih bahagia tanpanya
Dan ku mohon jangan menangis lagi
Agar ku tak sedih memikirkannya

Aku akan tetap menunggu senyumu cantik
Biarkan ku buang percuma beribu detik
Karna kaulah satu-satunya
Yang dapat pancarkan keindahan yang sama saat bersama orang yang aku cinta

Tak mengapa
Sungguh tak pernah aku menyadari
Terlalu banyak orang yang mengagumi
Semua yang kau miliki

Mereka berkata hal serupa
Kau gadis tercantik yang pernah mereka jumpa
Tapi taklah mengapa
Toh ku hanya mencinta pada pancaran puteri dongeng dalam indahnya bola mata

Disampingmu
Aku kini bersamanya, disampingnya
Diam membisu tanpa kata
Seesekali kulirik wajah itu
Semakin lama ingin ku usap lembut wajahmu

Tersenyum engkau
Saat sebuah kata lucu
Terlontar dari pengisi acara perpisahanku

Sesekali kau tertawa gembira
Hiraukan semua  
Seolah hanya kau yang bahagia

 Sengaja
Mungkin ini hari terakhir kita bersama
Jadi ingin ku pastikan aku bahagia
Hiraukan sahabatku hanya ingin tetap berada didekatmu

Egois tuk sehari saja
Kurasa takan hancurkan suasana gembira mereka

Dengan sengaja ku abadikan senyum manismu
Dengan sengaja ku abadikan ceriamu hari itu
Tuk ku jadikan kenangan indah karna menganalmu

Terimakasih
Terimakasih, sudah mau menjadi pancaran puteri dongengku
Maaf, jika apa yang aku lakukan dapat sakiti hatimu
Aku berharap bisa anggapmu
Bukan pancaran puteri dongengku

Mungkin suatu hari nanti
Kan ku tulis sbuah puisi
Tentang smua indah yang kau miliki
Bukan sebagai pancaran sang puteri

Kini tiada puteri dongeng lagi dalam hidupku
Tapi dia tetap setia dalam anganku
Tetap tersenyum dalam mimipi sempurnaku

Kau memang berarti
Entah kenapa saat kupikir semua cerita tentangmu usai
Justru sebuah potretmu tunjukan seseuatu yang dulu aku cari
Bukan pancaran sang puteri lagi
Lebih dari hanya sekedar pancaran puteri

Mungkin dulu memang iya
Ku cintai karna pancaran itu dalam kedua bola mata
Tapi perlahan aku sadari
Kamu memang berarti, sama seperti puteri
Lebih dari itu
Ada fakta tunjukanku kau lebih berarti dari sang puteri

Tak pernah rasanya
Walau sampai saat ini aku tak pernah tau
Mengapa aku anggapmu begitu
Entah karena sebuah cerita masa lalu
Tentang senyuman manis kala itu

You are beautifull
Lebih dari itu
Bahkan tak pernah rasanya aku mencintai orang sama seperti mencintaimu
Potret cantikmu ku dekap erat dengan tidurku
Dan kau kalahkan boneka terbaiku

Jika bukan suatu istimewa
Lalu apa namanya?
Lebih dari sang puteri kau bisa kuasai hatiku ini
Mungkin suatu hari nanti kan aku temukan jawaban pertanyaanku ini, sendiri

Tanpa sebutir cinta
Kini kembali sepi hampiriku
Saat hati ini tersadar dari sebuah mimpi
Aku temukan sebongkah sepi
Meratapi dinginnya sunyi

Tanpa sebutir rasa cinta dalam dada
Ku melangkah perlahan walau nadi terasa membeku
Semakin berjalan getaran jantung terasa mulai perlahan
Inikah rasanya kehilangan
Sedih, sepi, membeku tanpa arti

Bersama langkahku
Aku percaya Tuhan masih bersama langkahku
Dia takan tinggalkan aku dalam perjalanan temukan sebuah cinta yang baru
Dia ada saat kuhembus perlahan nafas ini
Dia menyentuhku, saat kulantunkan do’a harapkan bahagia
Dia tau dan akupun tau, masih kan ada sebuah cinta yang bisa hadirkan sebongkah bahagia tanpa setitik dusta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar